Kabar duka kembali datang dari dunia pendidikan. Seorang pelajar meninggal dunia di Bandung setelah menjadi korban pemukulan brutal yang dilakukan oleh dua orang temannya sendiri. Korban sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong akibat luka parah di bagian kepala. Insiden tragis yang terjadi di lingkungan sekolah ini sontak menimbulkan keprihatinan dan kecaman dari berbagai pihak.
Peristiwa nahas yang menyebabkan pelajar meninggal ini terjadi pada Kamis, 24 April 2025, sekitar pukul 15.00 WIB, di lingkungan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 15 Bandung. Korban yang diketahui bernama Arya (14), siswa kelas VIII, diduga menjadi korban penganiayaan oleh dua orang teman sekelasnya, yakni Rian (14) dan Farhan (14). Pemicu tindakan kekerasan ini diduga masalah sepele yang berujung pada perkelahian fisik.
Menurut keterangan saksi mata, seorang siswa lain bernama Kevin (13), perkelahian terjadi di area belakang sekolah setelah jam pelajaran usai. “Saya lihat Arya sedang adu mulut dengan Rian dan Farhan. Tiba-tiba Rian mengambil potongan kayu dan memukul kepala Arya beberapa kali. Arya langsung terjatuh dan kepalanya berdarah,” ujar Kevin dengan nada takut saat memberikan keterangan kepada pihak sekolah dan kepolisian. Arya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk mendapatkan perawatan medis.
Sayangnya, setelah dua hari menjalani perawatan intensif, pelajar meninggal dunia pada Sabtu pagi, 26 April 2025, sekitar pukul 08.00 WIB. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban mengalami luka parah di bagian kepala, termasuk adanya benjolan besar akibat benturan keras dengan benda tumpul. Kabar pelajar meninggal ini langsung menyebar luas dan menimbulkan duka mendalam bagi pihak keluarga, teman-teman, dan guru-guru di SMPN 15 Bandung.
Kepolisian Sektor Coblong, Bandung, yang menerima laporan terkait kasus penganiayaan ini segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan kedua terduga pelaku, Rian dan Farhan, pada Jumat malam, 25 April 2025, di kediaman masing-masing. Kapolsek Coblong, Kompol Agus Sujatno, S.H., saat memberikan keterangan pers pada Sabtu siang, 26 April 2025, membenarkan adanya kasus penganiayaan yang menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia. “Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Kedua terduga pelaku saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif. Kami akan menjerat mereka sesuai dengan hukum yang berlaku atas tindakan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang,” tegas Kompol Agus. Pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa potongan kayu yang diduga digunakan pelaku untuk memukul korban. Kasus tragis ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan dan pembinaan karakter siswa di lingkungan sekolah dan keluarga.