Sebuah insiden tragis terjadi saat acara pentas seni di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Bandung Barat. Seorang siswa tewas saat sedang menampilkan pertunjukan di hadapan teman-teman dan para guru. Peristiwa mengejutkan ini sontak membuat suasana suka cita berubah menjadi duka mendalam. Pihak kepolisian setempat segera melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti siswa tewas tersebut.
Menurut keterangan dari Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) setempat, Komisaris Polisi Agus Sujatno, S.H., insiden siswa tewas ini terjadi pada Sabtu malam, 19 April 2025, sekitar pukul 21.00 WIB di halaman sekolah SMK yang berlokasi di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Korban yang diketahui berinisial MR (17 tahun) merupakan salah satu peserta pentas seni yang sedang menampilkan atraksi yang melibatkan properti tertentu.
“Kami menerima laporan mengenai seorang siswa yang meninggal dunia saat acara pentas seni di sekolahnya. Anggota kami segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi,” ujar Kompol Agus Sujatno saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi awal dari sejumlah saksi mata, siswa tewas tersebut diduga mengalami insiden yang tidak terduga saat melakukan salah satu gerakan dalam penampilannya. Namun, detail pasti mengenai penyebab siswa tewas masih belum dapat dipastikan dan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian dan tim medis.
Pihak sekolah dan panitia acara pentas seni tampak шок dan berduka atas kejadian tragis ini. Acara pentas seni yang seharusnya menjadi ajang kreativitas dan kebersamaan terpaksa dihentikan. Pihak sekolah menyatakan akan memberikan keterangan resmi setelah penyelidikan dari pihak kepolisian selesai.
Jenazah siswa tewas tersebut telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan visum et repertum guna mengetahui penyebab pasti kematiannya. Pihak kepolisian juga akan memanggil sejumlah saksi, termasuk panitia acara, teman-teman korban, dan pihak sekolah untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Insiden ini menjadi pukulan berat bagi keluarga korban, pihak sekolah, dan seluruh siswa yang menyaksikan kejadian nahas tersebut. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban dan menunggu hasil penyelidikan resmi.