Pria Ngaku Nabi – Sebuah video viral di media sosial baru-baru ini memperlihatkan seorang pria di Indonesia yang mengaku sebagai nabi dan menyatakan niatnya untuk membubarkan agama Islam. Identitas pria ngaku nabi tersebut diketahui bernama Jannes Kilon Diaz (35), warga Tebing Tinggi, Sumatera Utara.
Dalam video berdurasi singkat yang direkam pada 18 Maret 2024 dan beredar luas, Diaz terlihat berdiri di sebuah podium dan mengklaim dirinya sebagai nabi yang diutus oleh Tuhan untuk membubarkan Islam. Ia juga mengaku memiliki kekuatan “multi super” dan mendapatkan wahyu untuk melaksanakan misinya tersebut.
Sontak, video ini menuai kecaman dan keresahan di tengah masyarakat. Berbagai organisasi Islam dan tokoh agama mengecam keras tindakan Diaz dan meminta pihak berwajib untuk segera bertindak. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ahmad Fahrur Rozi, mendesak polisi untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan hukuman tegas jika terbukti melakukan penistaan agama.
Menanggapi keresahan masyarakat, pihak kepolisian Resor Tebing Tinggi bergerak cepat dan berhasil mengamankan Jannes Kilon Diaz. Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Andreas Tampubolon, menyatakan bahwa pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 28 Ayat 2 UU ITE terkait penyebaran informasi yang mengandung unsur SARA dan kebencian. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk mimbar, tripod, jubah, catatan narasi, dan telepon genggam yang digunakan untuk merekam video.
Motif pelaku melakukan tindakan kontroversial ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Namun, insiden ini menjadi perhatian serius dan memicu diskusi tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama serta menindak tegas segala bentuk penistaan agama yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
Pakar hukum dan tokoh masyarakat juga turut angkat bicara, menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan transparan dalam kasus ini. Mereka mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh tindakan pelaku, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwajib. Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya literasi agama dan pemahaman yang benar terhadap ajaran Islam untuk mencegah munculnya interpretasi yang menyimpang dan menyesatkan.