Bandung, Jawa Barat – Aksi kekerasan kembali terjadi di Kota Bandung. Seorang pria bernama Andri (32) dilaporkan tersungkur dan mengalami luka parah usai ditusuk dalam sebuah perkelahian yang melibatkan dirinya dengan dua orang lawan. Insiden berdarah ini terjadi di Jalan Cibaduyut, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung pada Senin malam, 20 Maret 2024, sekitar pukul 22.00 WIB.
Korban yang diketahui bernama Andri (32) terlibat duel dengan dua orang pria yang belum Ditusuk diketahui identitas lengkapnya, namun ciri-ciri awal mengarah pada dua pemuda berusia sekitar 25-30 tahun. Belum jelas pemicu pasti duel tersebut, namun diduga kuat adanya perselisihan sengit terkait masalah utang piutang yang berujung pada perkelahian fisik.
Kronologi kejadian berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa Andri awalnya terlibat adu mulut dengan dua pelaku di pinggir Jalan Cibaduyut. Adu mulut tersebut semakin memanas hingga berujung pada perkelahian fisik. Salah satu dari dua pelaku kemudian mengeluarkan sebilah pisau dapur dan menusuk Andri sebanyak satu kali di bagian dada. Andri yang mengalami luka tusuk langsung tersungkur dan terkapar di trotoar.
Warga sekitar yang menyaksikan duel tersebut berusaha melerai dan segera menghubungi pihak kepolisian. Korban yang mengalami luka serius segera dilarikan ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Sementara itu, kedua pelaku melarikan diri ke arah selatan menuju Kopo sebelum polisi tiba.
Pihak kepolisian dari Polsek Bojongloa Kidul dan Satreskrim Polrestabes Bandung telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau dapur berlumuran darah yang diduga digunakan pelaku untuk menusuk korban, serta sebuah jaket berwarna gelap yang tertinggal di lokasi kejadian. Tim buru sergap (Buser) saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku berdasarkan ciri-ciri dan barang bukti yang telah dikantongi. Motif pasti dari duel berdarah ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Masyarakat diimbau untuk selalu mengedepankan penyelesaian masalah secara damai dan menghindari tindakan kekerasan. Jika terjadi perselisihan, sebaiknya diselesaikan melalui jalur mediasi atau melaporkannya kepada pihak berwajib.