Kota Bandung memiliki sejuta daya tarik, namun bagi pecinta dunia mistis, cerita mengenai Hantu Ambulans Bandung adalah salah satu legenda urban yang paling ikonik. Kendaraan tua yang terparkir di depan sebuah rumah di Jalan Bahureksa ini telah menjadi buah bibir selama puluhan tahun. Konon, mobil tersebut memiliki “nyawa” sendiri dan sering kali kembali ke lokasi semula meski sudah dipindahkan berkali-kali ke tempat yang sangat jauh. Cerita ini telah merambah dari mulut ke mulut hingga diangkat ke layar lebar, menjadikannya bagian dari identitas misteri di Kota Kembang.
Awal mula munculnya Hantu Ambulans Bandung berkaitan dengan sebuah kecelakaan tragis yang menimpa satu keluarga pemilik rumah di masa lampau. Kabarnya, ambulans tersebut adalah kendaraan yang membawa jenazah mereka, namun entah mengapa, mobil itu justru menetap di depan rumah tersebut dan tidak pernah mau pergi. Banyak saksi mata yang mengaku melihat lampu ambulans tersebut menyala sendiri di tengah malam, atau mendengar suara mesin yang menderu seolah siap untuk berangkat melakukan evakuasi. Fenomena ini menciptakan aura mencekam yang membuat kawasan Jalan Bahureksa selalu terasa dingin bagi para pengendara yang lewat.
Banyak upaya telah dilakukan secara logis untuk memindahkan Hantu Ambulans Bandung dari tempat asalnya, namun cerita yang beredar menyebutkan bahwa setiap kali mobil itu ditarik ke tempat barang rongsokan, keesokan harinya ia akan ditemukan kembali di posisi yang sama. Hal ini memicu perdebatan antara penjelasan rasional mengenai taktik pemasaran pemilik rumah ataukah memang ada kekuatan metafisika yang mengikat kendaraan tersebut dengan bangunan tua di belakangnya. Meskipun mesinnya sudah karatan dan bannya telah kempis, kehadiran fisik ambulans tersebut tetap memberikan tekanan psikologis yang kuat bagi siapa pun yang memandangnya.
Secara sosiologis, eksistensi Hantu Ambulans Bandung mencerminkan bagaimana masyarakat Indonesia sangat menghargai dan sekaligus takut pada jejak masa lalu yang kelam. Mitos ini berfungsi sebagai pengingat akan kefanaan hidup dan misteri kematian yang tidak bisa sepenuhnya dijelaskan oleh teknologi. Meski kini kendaraan tersebut sudah dipindahkan ke lokasi lain demi kepentingan pariwisata atau keamanan lingkungan, sisa-sisa ceritanya tetap melekat pada bangunan aslinya. Banyak orang masih merasa segan untuk berlama-lama di depan gerbang rumah tersebut, terutama saat cuaca Bandung sedang berkabut atau hujan rintik di malam hari.