Kabar terkini dari Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, menunjukkan situasi banjir yang semakin memprihatinkan. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe Utara mencatat bahwa 3.121 warga dari berbagai kecamatan terdampak banjir, dengan 729 rumah dilaporkan terendam air. Bencana ini dipicu oleh hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut.
Banjir dilaporkan meluas ke beberapa kecamatan, termasuk Landawe, Langgikima, Asera, Oheo, dan Andowia. Ketinggian air bervariasi, bahkan di beberapa titik mencapai ketinggian yang membahayakan dan memaksa warga untuk mengungsi. Jumlah warga terdampak dan rumah terendam diperkirakan masih bisa bertambah seiring dengan belum surutnya air.
BPBD Konawe Utara bersama tim gabungan dari TNI/Polri, Dinas Sosial, dan relawan terus berupaya melakukan evakuasi warga, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, dan obat-obatan juga terus disalurkan kepada para pengungsi yang tersebar di beberapa titik pengungsian sementara.
Meskipun upaya penanganan darurat terus dilakukan, akses ke beberapa wilayah terdampak banjir masih sulit karena jalanan yang terputus dan kondisi cuaca yang belum stabil. Kebutuhan mendesak saat ini adalah perahu karet tambahan untuk menjangkau wilayah terisolir, tenda pengungsian yang lebih layak, serta bantuan kesehatan untuk mencegah penyebaran penyakit pasca banjir.
Pemerintah Kabupaten Konawe Utara telah menetapkan status tanggap darurat banjir untuk mempercepat proses penanganan dan penyaluran bantuan. Mereka juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mendapatkan dukungan tambahan dalam mengatasi bencana ini.
Bencana banjir di Konawe Utara ini menjadi perhatian serius dan membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak untuk membantu meringankan beban para korban.
Bantuan mendesak berupa tenda pengungsian layak huni, air bersih, sanitasi memadai, serta pasokan makanan dan obat-obatan terus dibutuhkan oleh ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir. Selain itu, kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit pasca banjir seperti diare dan infeksi kulit juga perlu ditingkatkan dengan adanya bantuan kesehatan dan sosialisasi kebersihan lingkungan bagi para pengungsi di Konawe Utara.