Setelah melewati masa sulit, Ellyas Pical mendapatkan kesempatan kedua untuk bangkit. Melalui bantuan dan kepedulian dari berbagai pihak, ia kembali ke dunia olahraga. Ia tidak lagi sebagai petinju, tetapi sebagai bagian dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Ia bekerja di KONI untuk memberikan dedikasinya.
Di KONI, Ellyas Pical memulai dari posisi yang sederhana. Ia sempat menjadi office boy, melakukan pekerjaan yang jauh dari sorotan. Namun, ia tidak pernah mengeluh. Ia menjalani setiap tugasnya dengan penuh ketulusan, menunjukkan sikap rendah hati yang dimilikinya.
Keputusan untuk bekerja di KONI menunjukkan kerendahan hati Ellyas Pical. Ia tidak malu untuk memulai dari bawah, meskipun ia adalah seorang legenda. Ia membuktikan bahwa seorang juara sejati tidak hanya diukur dari gelar, tetapi juga dari bagaimana ia menghadapi hidup setelah kejayaan.
Dedikasi Ellyas Pical membuat banyak orang terharu. Mantan ketua umum KONI, Agum Gumelar, melihat potensi dalam dirinya. Agum kemudian mengangkatnya menjadi asistennya. Ini adalah sebuah pengakuan atas kerja keras dan semangat pantang menyerah Ellyas Pical.
Peran ini memberikan Ellyas Pical kesempatan untuk berkontribusi lebih besar bagi olahraga Indonesia. Ia bisa berbagi pengalaman dan pengetahuannya dengan atlet atlet muda, menjadi mentor tidak langsung bagi mereka. Ia menjadi jembatan antara generasi lama dan baru.
Kisah ini adalah pengingat bahwa masa lalu tidak menentukan masa depan. Meskipun pernah jatuh, Ellyas Pical berhasil bangkit dan menemukan tempatnya kembali. Ia menunjukkan bahwa setiap orang layak mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki diri dan berkontribusi.
Bekerja di KONI adalah babak baru dalam hidupnya. Ia tidak lagi bertarung di atas ring, tetapi ia tetap berjuang di luar ring. Ia berjuang untuk para atlet muda dan untuk kemajuan olahraga Indonesia. Ini adalah bukti cintanya yang tak pernah pudar.
Pada akhirnya, Ellyas Pical akan selalu dikenang sebagai pahlawan yang tidak hanya berjuang di ring, tetapi juga dalam kehidupan. Perjalanannya menginspirasi, menunjukkan bahwa meskipun pernah salah, ia bisa kembali menjadi sosok yang dihormati dan disegani.