Hari: 14 Mei 2025

Tercatat Banyak Pasangan Cerai Akibat Judol di Bandung

Tercatat Banyak Pasangan Cerai Akibat Judol di Bandung

Fenomena memprihatinkan tercatat di Kota Bandung, di mana angka perceraian pasangan cerai mengalami peningkatan signifikan. Ironisnya, salah satu faktor dominan yang menjadi pemicu keretakan rumah tangga ini adalah kecanduan judi online atau yang populer disebut “judol”. Data dari Pengadilan Agama Kelas IA Bandung menunjukkan adanya tren peningkatan kasus perceraian yang disebabkan oleh masalah finansial akibat aktivitas haram tersebut.

Humas Pengadilan Agama Kelas IA Bandung, Dra. Hj. Aisyah Nurhayati, M.H., dalam keterangannya pada hari Rabu, 14 Mei 2025, mengungkapkan bahwa sepanjang awal tahun 2025 hingga pertengahan Mei, pihaknya telah menerima dan memproses ratusan permohonan cerai dengan alasan masalah ekonomi. “Dari jumlah tersebut, kami mendapati indikasi kuat bahwa sebagian besar disebabkan oleh kebiasaan buruk salah satu atau kedua pihak yang terlibat dalam perjudian online,” jelasnya.

Kecanduan judol tidak hanya menghabiskan harta benda yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan keluarga, tetapi juga memicu pertengkaran hebat dan hilangnya kepercayaan antar pasangan. Banyak istri yang mengajukan gugatan cerai karena tidak tahan dengan perilaku suami yang terus menerus bermain judi online, menghabiskan uang, bahkan berhutang demi memuaskan nafsunya. Sebaliknya, ada pula suami yang menggugat cerai istri karena dianggap tidak bisa mengelola keuangan keluarga dengan baik akibat terjerat judol.

Lebih lanjut, Dra. Hj. Aisyah Nurhayati mencontohkan beberapa kasus di mana aset keluarga seperti kendaraan dan perhiasan terpaksa dijual untuk menutupi kerugian akibat judi online. Bahkan, tidak sedikit pasangan cerai yang harus berurusan dengan pinjaman online ilegal karena terjerat utang akibat judol. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan dan berdampak buruk bagi keutuhan keluarga serta psikologis anak-anak.

Pihak Pengadilan Agama Kelas IA Bandung mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi segala bentuk perjudian online yang dapat merusak kehidupan rumah tangga. Selain itu, penting bagi setiap pasangan untuk memiliki keterbukaan dan pengelolaan keuangan yang baik agar terhindar dari masalah ekonomi yang bisa berujung pada perceraian. Pemerintah dan pihak terkait juga diharapkan dapat mengambil tindakan tegas untuk memberantas praktik judi online yang semakin meresahkan masyarakat. Fenomena pasangan cerai akibat judol ini menjadi alarm bagi kita semua akan bahaya laten dari aktivitas ilegal tersebut.

Pertamina Beberkan Proses Produksi Pertamax di Bandung, Jaminan Kualitas Terjaga

Pertamina Beberkan Proses Produksi Pertamax di Bandung, Jaminan Kualitas Terjaga

Sebagai wujud transparansi dan komitmen terhadap kualitas produk, PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan mengenai alur produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax yang didistribusikan di Bandung dan wilayah sekitarnya. Langkah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang jelas kepada konsumen mengenai bagaimana bahan bakar berkualitas ini diproses hingga sampai ke tangan mereka, sekaligus menepis potensi isu negatif terkait kualitas BBM.

Meskipun Bandung tidak memiliki kilang pengolahan minyak mentah secara langsung, Pertamina memastikan bahwa Pertamax yang didistribusikan ke wilayah ini berasal dari kilang-kilangPertamina yang dan memiliki standar operasional yang tinggi, seperti Kilang Balongan di Indramayu yang relatif dekat dengan Bandung. Proses produksi Pertamax dimulai dengan pengolahan minyak mentah melalui distilasi untuk memisahkan berbagai fraksi hidrokarbon. Fraksi naphtha yang dihasilkan kemudian menjalani proses reforming dan cracking untuk meningkatkan nilai oktan menjadi RON 92 yang merupakan standar Pertamax.

Setelah proses peningkatan oktan di kilang, base fuel Pertamax akan dicampur (blending) dengan berbagai aditif yang memiliki fungsi penting. Aditif ini berfungsi untuk meningkatkan performa mesin kendaraan, membersihkan endapan karbon, mencegah korosi, serta menjaga kestabilan kualitas BBM selama penyimpanan dan penggunaan. Proses blending ini dilakukan dengan formula yang tepat dan diawasi secara ketat oleh tim quality control di kilang.

Setiap batch produksi Pertamax di kilang Pertamina wajib melalui serangkaian pengujian kualitas yang komprehensif di laboratorium. Pengujian ini meliputi parameter penting seperti Research Octane Number (RON), kandungan sulfur, kandungan air, berat jenis, dan berbagai spesifikasi teknis lainnya yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), Kementerian ESDM. Hanya produk yang memenuhi standar kualitas yang ketat ini yang akan dinyatakan lolos dan siap untuk didistribusikan.

Untuk memastikan kualitas tetap terjaga hingga ke konsumen di Bandung, Pertamina juga menerapkan sistem quality control berlapis di seluruh rantai distribusi. Setelah keluar dari kilang, Pertamax akan disimpan di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) terdekat, seperti TBBM Ujung Berung di Bandung. Di TBBM, sebelum disalurkan ke SPBU menggunakan mobil tangki yang tersegel, sampel produk kembali diuji untuk memastikan tidak terjadi kontaminasi selama transportasi.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa