Kejanggalan Kasus Kematian Seorang Mahasiswi di Gymnasium Bandung
Misteri menyelimuti kasus kematian seorang mahasiswi Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, berinisial NA (20), yang ditemukan meninggal dunia di dalam area gymnasium kampus pada hari Senin, 12 Mei 2025, sekitar pukul 19.00 WIB. Penemuan jenazah NA pertama kali dilakukan oleh seorang petugas kebersihan yang hendak mengunci area gymnasium setelah jam operasional berakhir. Kejanggalan dalam kasus kematian ini memicu tanda tanya besar dan pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan intensif.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Budi Sartono, melalui konferensi pers pada Selasa (13/5/2025), membenarkan adanya kasus kematian seorang mahasiswi di lingkungan kampus Unpad. “Kami menerima laporan dari pihak keamanan kampus terkait penemuan jenazah seorang mahasiswi di dalam gymnasium. Saat ini, tim Inafis Polrestabes Bandung telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk dilakukan autopsi,” jelas Kombes Pol. Budi Sartono.
Kejanggalan dalam kasus kematian ini terletak pada beberapa faktor. Pertama, berdasarkan keterangan teman-teman korban, NA dikenal sebagai sosok yang sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit serius. Kedua, tidak ditemukan adanya saksi mata yang melihat NA datang ke gymnasium pada sore hari itu. Terakhir, posisi jenazah saat ditemukan menimbulkan pertanyaan, meskipun pihak kepolisian belum bersedia membeberkan detailnya demi kepentingan penyelidikan.
Pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk teman-teman korban, petugas keamanan kampus, dan staf pengelola gymnasium. Rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar area gymnasium juga tengah dianalisis untuk mencari petunjuk mengenai keberadaan korban sebelum ditemukan meninggal. “Kami tidak menutup kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus kematian ini. Semua kemungkinan akan kami selidiki secara menyeluruh hingga tuntas,” tegas Kombes Pol. Budi Sartono.
Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Rina Indiastuti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kejadian tragis ini. Pihak universitas akan sepenuhnya bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam proses penyelidikan dan berharap agar kasus kematian NA dapat segera terungkap dengan jelas. Pihak kampus juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa dan staf untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Masyarakat diimbau untuk menghormati privasi keluarga korban dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Hasil autopsi diharapkan dapat memberikan titik terang dalam mengungkap misteri di balik kematian NA.